Senin, 23 Oktober 2023

Rangkuman BAB 3

 


   teknologi fiber optik atau serat cahaya dapat menjangkau jarak yang besar dan menyediakan perlindungan total terhadap gangguan elektrik. Kecepatan transfer data dapat mencapai 1000 mbps serta jarak dalam satu segmen dapat lebih dari 3,5 km. Kabel serat cahaya tidak terganggu oleh lingkungan cuaca dan panas. Kabel Fiber optik memiliki fungsi sama dengan kabel-kabel lainnya, yaitu untuk menghubungkan komputer atau perangkat jaringan satu ke perangkat jaringan yang lain. Jadi, yang membedakan kabel ini adalah memiliki kecepatan akses yang tinggi, sehingga kecepatan transfer datanya pun juga lebih cepat. Kabel ini biasanya digunakan untuk operator telekomunikasi dan Jaringan yang membutuhkan transfer data tinggi. Terdapat dua macam kabel LAN dalam piranti optik, yaitu Multimode (MM) menggunakan ukuran diameter fiber optik lebih luas dan Single mode (SM) menggunakan diameter fiber optiksangat kecil.

A. Karakteristik Kabel Fiber Optik

    Komunikasi fiber optik telah memberikan dampak yang besar terhadap berbagai segi pengiriman data informasi, mulai dari lingkup Local Area Networks (LAN) sampai telekomunikasi antarbenua. Fiber optik sebagai suatu media transmisi yang pemakaiannya sedang berkembang pesat. Hal ini karena fiber optik memiliki keunggulan yang signifikan dibanding media transmisi kawat konvensional. Secara umum komunikasi fiber optik diawali dengan data yang akan dikirimkan dapat berupa analog atau digital. Dalam sistem pengiriman data dalam sistem fiber optik, maka data berasal dari elektrik akan diubah dahulu ke optik oleh sumber cahaya berupa LED. Kemudian disambungkan dengan splices atau konektor dari fiber satu ke yang lain dan diterima oleh photodetektor bisa berupa PIN/APD (Avalance Photodioda) yang akan mengubah dari optik ke elektrik selanjutnya akan diubah ke data semula.

No

Karakteristik

keterangan

1

Ukuranya kecil

Diameter luar serat optik berkisarantara 100-250 µm. Diameter maksimum setelah dilapisi/dibungkus dengan plastik/nilon sebagai jaket menjadi ± 1 mm. Ukuran ini masih sangat kecil dibandingkan dengan

2

Ringan

Pada umumnya, serat optik tidak akan patah bila dilengkungkan dengan radius 5mm. Oleh karenanya kabel serat optik memiliki kelenturan yang sama dengan

kabel transmisi biasa, sehingga teknis pemasangannya tidak jauh

3

Lentur

 

Bahan silica sebagai bahan dasar serat optik memiliki sifat kimia yang sangat stabil oleh karenanya tidak mungkin berkarat

4

Tidak berkarat

 

Bahan silika sebagai bahan dasar serat optik memiliki sifat kimia yang sangat stabil oleh karenanya tidak mungkin berkarat.

5

Rugi-rugi rendah

Serat optik dengan bahan silika memiliki rugi-rugi transmisi rendah, besarnya berkisar 2-8 dB/km dengan panjang gelombang 830 nm. Dibandingkan dengan kabel coaksial yang memiliki rugi-rugi transmisi sebesar 19 dB/km pada frekuensi 60 Mhz.

6

Kapasitas tinggi

Kapasitas dalam menyalurkan informasi per cross section area sangat besar di samping memiliki bandwidth yang lebar (Broadband). Sebagai contoh: Kapasitas penyaluran per cross section area 100 x dibandingkan dengan multi pair cable dan 10 x dibandingkan dengan coaxial cable.

7

Bebas induksi

Serat optik menggunakan bahan dasar silika yang pada dasamya merupakan bahan dielektrik yang sangat baik dan kebal terhadap induksi elektromagnet dan juga terhadap kilat/petir

8

 Cross Talk Rendah

Kemungkinan terjadinya kebocoran sinar antarserat optik sangat kecil, demikian pula kebocoran akibat masuknya sinar dari luar kemudian ikut merambat dalam serat optik

9

Tahan Temperatur Tinggi

Bahan silika memiliki titik leleh ± 1900° C dan ini sangat jauh di atas titik leleh copper dan plastik. Sangat ideal bila digunakan sebagai sarana komunikasi pada daerah yang rawan terhadap temperatur tinggi

10

Tidak Menimbulkan Bunga Api

Pada titik sambung tidak mungkin terjadi bunga api (discharge), oleh karenanya sangat ideal bila digunakan pada tempat-tempat yang peka terhadap ledakan/kebakaran

11

Tidak dapat dicabangkan

Serat optik memiliki ukuran sangat kecil/sangat tipis. Oleh karenanya sangat sulit bahkan tidak mungkin untuk dicabangkan. Bila harus dicabangkan, maka harus dilakukan perubahan terlebih dahulu dari sinyal optik ke sinyal elektrik. Tidak menggunakan bahan tembaga

12

 Bahan Silika

 Serat optik menggunakan bahan silica yang tidak mengandung unsur logam bahkan serat optik yang menggunakan Multicomponent Glass sebagai unsur campuran logam (copper) sangat kecil. Tembaga hanya digunakan sebagai pelapis pelidung pada kabel fiber optik untuk komunikasi kabel laut dan sebagai lewatnya arus DC untuk mencatu tegangan pada repeater- repeater di bawah laut

13

 Rapuh

 eskipun rapuh, namun masih memiliki daya peregangan kurang lebih sebesar 5% untuk menghindarkan kerusakan serat optik pada waktu pemasangan/penarikan, maka pada waktu disusun menjadi kabel optik diberi penguat

  ● Bagian dalam kabel jaringan fiber optik terdiri dari inti yang terbuat dari serat kaca dan diselubungi oleh beberapa lapisan yang bersifat sebagai pelindung pada setiap lapisan dengan fungsi masing-masing.

● Konektor yang umum digunakan untuk kabel jaringan fiber optik adalah konektor ST. tetapi di masa sekarang konektor tersebut telah digantikan  konektor SC sebagai pasangan kabel jaringan fiber optik.

● Kecepatan transfer data yang mampu dilakukan kabel fiber optik minimal 100 Mbps bahkan mampu mencapai 1000 Mbps. 

● Biaya rata-rata pemode cukup mahal.

● Diameter kabel jaringan fiber optik dan dan ukuran konektornya relatif kecil, sehingga fleksibel dalam proses instalasi.

•. Panjang kabel jaringan fiber optik sangat panjang hingga mencapai 2 km hingga mampu mengalahkan kabel jaringan lainnya, seperti Coaxial dan Twisted Pair.

  Sebagai kabel yang dibuat dengan teknologi modern, kabel jaringan fiber optik punya sederet keunggulan jika dibandingkan dengan kabel jaringan lainnya seperti kabel Coaxial ataupun kabel Twisted Pair.

 ▪︎ Kelebihan

    Kelebihan kabel jaringan fiber optik, antara lain sebagai berikut : 

1) Kabel jaringan fiber optik dapat beroperasi dengan kecepatan yang sangat tinggi dalam membawa informasi atau data, bahkan lebih tinggi dibanding kabel Jaringan Coaxial ataupun kabel Twisted Pair, Kecepatan transfer datanya bahkan dapat mencapai 1000 Mbps.

2) Bandwith kabel jaringan fiber optik tidak perlu diragukan lagi karena mampu membawa paket-paket dengan kapasitas besar (bisa tembus 1 gigabite per detik).

3) Kabel jaringan fiber optik dapat mengirim sinyal lebih jauh dibanding kabel jaringan jenis lainnya, bahkan tanpa memerlukan perangkat penguat sinyal seperti repeater atau lainnya. Kalaupun dibutuhkan, penguat sinyal tidak perlu dipasang setiap 5 km seperti kabel-kabel jaringan lainnya, melainkan cukup dipasang setiap 20 km saja. 

4) Material yang dipakai untuk membuat kabel jaringan fiber optik memiliki keunggulan untuk bisa bertahan pada banyak gangguan, seperti kelembapan udara dan cahaya (panas). Dengan begitu, maka dapat disimpulkan bahwa kabel fiber optik relatif awet karena tidak gampang rusak.

5) Kemampuan kabel jaringan fiber optik yang tahan lama dan tidak gampang rusak membuatnya jadi lebih efisien dibanding kabel jaringan lainnya, karena biaya perawatan pun jadi kian murah.

 6) Tak berbeda jauh dengan kabel jaringan STP, kabel jaringan fiber optik juga kuat terhadap Interferensi elektromagnetik yang berasal dari sekitar kabel. 

7) Kabel jaringan fiber optik terdiri dari berbagai macam jenis yang dapat menjadi opsi untuk menyesuaikan dengan lokasi instalasinya. Mulai dari Instalasi di dalam gedung, di bawah tanah hingga di dalam air, semuanya tersedia dengan kriteria dan karakteristik yang berbeda-beda.

 8) Oleh karena bukan mengirim sinyal listrik melainkan gelombang cahaya, kabel jaringan fiber optik mampu mengatasi masalah gangguan gelombang frekuensi bahan elektrik. Dengan begitu, maka kabel jaringan jenis ini sangat ideal untuk digunakan pada kawasan yang dikelilingi gelombang frekuensi cukup tinggi.

 9) Diameter kabel jaringan fiber optik yang relatif kecil dan tipis, ditambah lagi dengan bobotnya yang ringan membuat proses instalasi kabel fiber. optik relatif mudah karena bersifat fleksibel.

10) Berbeda dengan kabel jaringan lainnya yang berpotensi menyebabkan terjadinya korsleting atau kebakaran, khusus pada kabel fiber optik, Hal itu tidak akan terjadi karena menggunakan bahan dasar serat kaca yang aman dan tidak mudah terbakar karena tidak mengalirkan listrik.

11) Berbeda dengan kabel jaringan UTP dan STP yang masih menimbulkan kemungkinan terjadnya penyadapan. Hal ini tidak berlaku pada kabel jaringan fiber optik, karena dapat meneruskan data tanpa ada distorsi atau gangguan.

12) Kabel jaringan fiber optik mudah di-upgrade bahkan tanpa perlu mengubah sistem kabel yang ada.

 ▪︎ Kekurangan

Kekurangan kabel jaringan fiber optik, antara lain sebagai berikut : 

1) Harga kabel jaringan fiber optik masih terlalu mahal, terutama jika dibandingkan dengan kabel jaringan lainnya seperti kabel UTP yang terkenal murah meriah.

2) Dalam proses instalasi kabel jaringa fiber optik diperlukan beberapa alat khusus berupa perangkat elektronik yang untuk saat ini memang masih sangat mahal. Alhasil tidak semua orang bisa ataupun mau menggunakan kabel ini sebagai media pendukung dalam instalasi sebuah jaringan komputer.

3) Dalam proses pengiriman sinyal, karena harus dilakukan perubahan sinyal listrik ke sinyal optik terlebih dahulu maka kabel jaringan fiber optik menurut adanya sumber cahaya yang kuat untuk melakukan penyinalan seperti alat pembangkit listrik eksternal. 

4) Jika rusak, perbaikan instalasi kabel jaringan fiber optik yang kompleks memerlukan tenaga yang ahli di bidang ini.

5) Kabel jaringan fiber optik ditakutkan bisa menyerap hidrogen, sehingga dapat menyebabkan loss data.

 6) Mengingat kabel jaringan fiber optik menggunakan gelombang cahaya untuk mentransmisikan data, maka kabel jaringan jenis ini tidak dapat diinstal dalam jalur yang berbelok secara tajam atau menyudut. Jika terpaksa harus berbelok, maka harus dibuat belokan yang melengkung.

2. Kapasitas Kabel , Kode Warna , dan Pelabelan Kabel Fiber Optik

Serat optik sebagai salah satu saluran trasmisi atau sejenis kabel terbuat dari kaca atau fiber yang sangat halus bahkan lebih kecil daripada sehelai rambut dan dapat digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari satu tempat ke tempat lain. Dalam aplikasinya kabel serat optik biasanya diselubungi oleh lapisan resin disebut jacket yang berbahan plastik. Lapisan ini dapat menambah kekuatan untuk kabel serat optik, walaupun tidak memberikan peningkatan terhadap stat gelombang pandu optik pada kabel tersebut. Namun lapisan resin ini dapat menyerap cahaya dan mencegah kemungkinan terjadinya kebocoran cahaya yang keluar dari selubung inti. Selain itu, hal ini dapat juga mengurangi cakap silang (cross talk) yang mungkin terjadi.

a. Kapasitas Kabel

Jangkauan dan kecepatan koneksi fiber optik yang jauh lebih unggul menjadi pilihan utama ISP di Indonesia. Penggunaan fiber optik memang bukan tanpa alasan karena kabar fiber optik mampu memberikan layanan internet broadband tercepat secara bersamaan. Dua jenis kabel fiber optik yaitu: pipa longgar (Loose Tube) , Alur (Slot) 

b. Kode Warna

Dalam kabel fiber optik dengan jumlah core yang banyak, maka chord tersebut akan dikelompokkan dalam satu selubung atau tube, 1 tubet mengandung 12 warna kabel fiber optik core. Dengan demikian, jika kabel fiber optik 24 core akan memiliki dua tube dengan masing-masing berisi 12 warna core serat optik yang berbeda. Warna selubung untuk pembungkus kelompok warna corr serat optik juga didasarkan pada urutan-urutan tertentu.

c. Pelabelan Kabel Fiber Optik 

Secara mendasar, kabel optik harus diberi tanda pengenal yang tertera pada kulit kabel di sepanjang kabel dengan tujuan tidak mudah hilang. Adapun tanda pengenal tersebut meliputi nama pabrik pembuatan, tahun pembuatan, serta tipe serat pemakaian jenis dan struktur penguat kabel optik.

B. Jenis Konstruksi Kabel Fiber Optic

    Perkembangan teknologi serat optik makin pesat, sehingga menghasilkanpelemahan (attenuation) kurang dari 20 decibels (dB)/km. Ditunjang dengan lebarjalur (bandwidth) yang makin besar, sehingga kemampuan dalam mentransmisikandata menjadi lebih banyak dan cepat dibandingkan penggunaan kabel konvensional.Dengan demikian, serat optik sangat cocok digunakan terutama dalam aplikasi sistemtelekomunikasi. Pada prinsipnya, serat optik memantulkan dan membiaskan sejumlahacahaya yang merambat di dalamnya. Efisiensi dari serat optik ditentukan oleh kemurniandari bahan penyusun gelas/kaca. Makin murni bahan gelas, maka makin sedikit cahayayang diserap oleh serat optik. Kabel tanah dengan Duct (Duct Cables) adalah kabel yang diletakkan ataudigelar di bawah permukaan tanah dan harus memenuhi standar dari ITU-T serieG dan Standar Nasional seri STEL-K. Metode pemasangannya dengan cara galianterbuka (open trench) ataupun boring rojok (manual borring). Kabel duct padalumumnya tidak menggunakan lapisan armouring yang terbuat dari lilitan baja atauselubung aluminium. Hal tersebut karena sudah mendapat pengamanan dari pipaPVC dan lapisan cor beton. Sambungan dan penarikan dilakukan melalui manhole.Manhole sebagai salah satu sarana yang digunakan untuk instalasi kabel ductyang dipasang dengan jarak setiap 250 meter. Fungsi dari Manhole di antaranyatempat sambungan kabel duct, tempat penarikan untuk penggelaran kabel duct,tempat pemeliharaan kabel duct, dan tempat percabangan jalur pada kabel duct.Beberapa ketentuan operasional manhole, antara lain sebagai berikut.

a.pipa duct yang telah terpakai celah-celahnya diisi dengan busa seal untukmencegah air masuk sepanjang pipa duct.

b.lubang Pipa duct di MH yang belum terpakai harus ditutup rubber stopper.c. Jika terdapat air dalam Manhole harus di kuras/dipompa keluar untuk menjagasupaya accesories Manhole tidak mudah rusak atau sambungan kemasukan udara.

d.dinding Manhole dicat antilumut agar tembok tetap terjaga dengan baik.

2. Jenis Konstruksi Direct Buried Cable

Kabel tanah tanam langsung (Direct Buried Cables) identik dengan kabel yangdigelar di bawah tanah (underground) dengan menggunakan pelindung pipa PVC berdiameter 4"-5" dan dilapisi dengan cor beton. Metode yang digunakan dengansistem galian terbuka (open trench) kabel digelar langsung tanpa menggunakanduct/subduct. Jacketing kabel ini didesain lebih tebal dibandingkan kabel duct.Pemasangan penggelaran kabel tanah tanam langsung dapat dilakukan di bahujalan dan di trotoar, melintas jalan raya, melintas parit, melitas sungai, bahkanpemasangan dapat melintas pada rel atau jalan toll.

3. Jenis Konstruksi Aerial Cable

Kabel udara (aerial cables) identik dengan kabel yang ditambatkan pada tiangtelepon, di mana penambatan pada bearer kabel yang terbuat dari lilitan kawatbaja atau juga disebut messenger Wire. Jika tidak tersedia berarer, maka kabeldijepit dengan clip yang ditautkan pada tiang. Terdapat tiga jenis kabel udara,yaitu Figure 8, ADSS, dan OPGW. Kabel udara ditempatkan pada tiang telepondengan ketentuan terbuat dari tiang besi dengan panjang 7 meter, 9 meter, dan12 meter jika dipasang untuk di dalam kota. Adapun tiang beton dengan panjang12 meter dipasang untuk luar kota. Pemasangan tiang dengan cara ditanam 1/5bagian yang masuk ke dalam tanah, sedangkan untuk tiang besi dipasang pondasipenguat tiang dari adukan semen setinggi 30 cm. Dalam hal ini jarak antartiangantara 40-50 meter. Hal yang perlu dipahami adalah penempatan tiang janganmenutup akses jalan atau di depan pintu gerbang rumah. Sambungan kabel udaraditempatkan didekat tiang telepon, dengan tujuan memudahkan pemasangan danmemudahkan pemeliharaan. Di dekat sambungan biasanya diberi spare kabel(kabel cadangan) yang di-loop agar tidak terjadi gangguan bending. Hal ini jikateriadi gangguan masih terdapat sisa kabel yang dapat disambung dengan loopkabel ini panjangnya antara 4-6 meter.

4. Jenis konstruksi indoor cable

kabel fiber optik yang diimplementasikan di dalam bangunan/gedung (patchcord).

5. Jenis Konektor Fiber Optik

Penggunaan kabel ini harus disesuaikan dengan jenis perangkat yangdigunakan, karena mereka ada kemungkinan berbeda. Pada kabel serat ontiksambungan ujung terminal dapat disebut dengan istilah konektor. Konektor kabelfiber optik terdiri dari dua jenis-konektor model ST berbentuk lingkaran dan konektorSC berbentuk persegi. Jenis-jenis dari konektor kabel fiber optik ini tersedia dalamabeberapa bentuk yang berbeda-beda tergantung kebutuhan implementasinya, dimana biasanya memiliki tipe standar sebagai berikut.

A. FC (fiber connector)

Digunakan untuk model kabel single mode dengan akurasi yang sangat tinggi dalam menghubungkan kabel dengan transmitter maupun receiver. konektor ini menggunakan sistem drat ulir dengan posisi yang dapat di atur, sehingga ketika dipasangkan ke perangkat lain, akurasinya tidak akan mudah berubah.

B. SC (Konektor Pelanggan)

Digunakan untuk model kabel single-mode, dengan sistem dicabut pasang. Konektor ini tidak terlalu mahal, simpel, dan dapat diatur secaramanual serta akurasinya baik bila dipasangkan ke perangkat lain.

C. ST (Ujung Lurus)

Bentuknya seperti bayonet berkunci hampir mirip dengan konektor BNC,sangat umum digunakan, baik untuk kabel multi mode maupun single mode,serta sangat mudah digunakan, baik dipasang maupun dicabut.

D. Biconic Salah satu konektor yang kali pertama muncul dalam komunikasi fiber optik dan sudah jarang digunakan.

E. Konektor D4 Konektor jenis ini hampir mirip dengan FC hanya berbeda ukurannya saja. Perbedaannya sekitar 2 mm pada bagian ferrule-nya.

F. Konektor SMA Konektor jenis ini merupakan pendahulu dari konektor ST yang sama sama menggunakan penutup dan pelindung. Namun seiring dengan

G.E200 Selanjutnya, jenis-jenis konektor tipe kecil, antara lain LC, SMU, dan SC-DC

Minggu, 15 Oktober 2023

MACAM-MACAM PERANKAT FIBER OPTIK

 ALAT-ALAT FIBER OPTIK

1. Fusion Splicer



Fusion splicer atau sering dikenal sebagai alat untuk menyambungkan serat optik ini merupakan salah satu alat yang digunakan untuk menyambungkan sebuah core serat optik, dimana serat tersebut terbuat / berbasis kaca, dan mengimplementasikan suatu daya listrik yang telah dirubah menjadi sebuah media sinar berbentuk laser.listrik yang telah dirubah menjadi sebuah media sinar berbentuk laser.
Sinar laser tersebut berfungsi untuk memanasi kaca yang terputus pada core sehingga bisa tersambung kembali dengan baik. Perlu kalian ketahui, bahwa fusion splicer ini haruslah memiliki tingkat keakuratan yang cukup tinggi, hal ini ditujukan untuk menghasilkan hasil penyambungan yang sempurna, karena pada saat penyambungan tersebut akan terjadi proses pengelasan media kaca serta peleburan kaca yang akan menghasilkan suatu media, dimana media tersebut akan tersambung dengan utuh tanpa adanya celah-celah, hal ini dikarenakan media tersebut memiliki senyawa yang sama.

2. Stripper Atau Miller

Sama seperti kabel - kabel yang lain, salah satunya seperti kabel coaxial dan UTP, kabel fiber optic juga memerlukan alat ini. Alat ini berfungsi sebagai media untuk memotong dan mengupas kulit  dan daging kabel.








3. Cleaver
Cleaver Tools ini mempunyai fungsi untuk memotong core yang kulit kabel optic-nya sudah dikupas, perlu kalian ketahui juga bahwa pemotongan core ini wajib menggunakan alat khusus ini, karena pada serat kacanya akan terpotong dengan rapih. Jika proses ini berhasil dilakukan dengan baik maka tahapan selanjutnya, kalian bisa teruskan ke tahap Jointing






4. Optical Power Meter (OPM)


Alat yang satu ini nmemiliki fungsi untuk mengetahui seberapa kuat daya dari signal cahaya yang sudah masuk, OPM ini juga mempunyai interface FC yang langsung berhubungan dengan pathcore FC. Bagi kalian yang belum mengetahui rumus yang digunakan untuk melakukan proses ini, berikut adalah rumusnya
(TX – RX =…dB dibagi jarak (Km)




5. Optical Time Domain Reflectometer (RTDR)

OTDR merupakan salah satu alat yang digunakan untuk mendeteksi komunitas atau himpunan suatu kabel serat ptik dalam jarak tempuh tertentu, sehingga dengan adanya alat ini diharapkan mampu menghasilkan jarak dari dua sisi yang merupakan ukuran  gangguan yang terjadi. Sehingga untuk melakukan troubleshooting dapat dilakukan dengan baik, karena akan sangat mudah menentukan suatu letak lokasi gangguan yang tengah terjadi. Alat OTDR ini sendiri biasanya digunakan untuk melakukan pendeteksian Kabel Crack,                                                             Putusnya core yang belum diketahui letaknya, Putusnya kabel atau                                                             juga untuk melakukan bending


6. Light Source
Pada dasarnya, alat yang satu ini mempunyai fungsi untuk memberikan suatu signal untuk jalur yang akan dilaluinya, misalnya untuk mengukur suatu redaman jalur atu end to end dimana Light Source ini akan berfungsi sebagai media yang memberi signal-nya.


7. Optical Fiber Identifier
Alat yang satu ini memiliki fungsi untuk mengetahui arah signal dengan penunjuk arah dan besar daya yang di laluinya.










8. Visual Fault Locator
Alat ini sering disebut juga Laser fiber optic atau senter fiber optic. Fungsinya untuk melakukan pengetesan pada core fiber optic. Laser akan mengikuti serat Optik pada Kabel Fiber Optik dari POP Sampai Ke User (end to end) , bila core tidak bermasalah laser akan sampai pada titik tujuan.





9. Bit Error Rate Test
Alat ini berfungsi sebagai pengecek koneksi jaringan TDM (Time Divisio Multipleksi) yang mana jaringan TDM aplikasinya yaitu layanan Clear Channel yang sedang coba di uraikan penulis. Secara spesifiknya BER TES untuk mengecek dan mengetahui TX atau RX yang error, melalui pengiriman paket dan lup




10. Fiber Optic Adapter
Fiber Optik Adapter merupakan suatu komponen yang digunakan untuk melakukan penyambungan/menghubungkan kabel fiber optik satu dengan yang lain. jika penyambungan dilakukan terhadap kabel fiber optik yang memiliki konektor berbeda maka fiber optik adapter disebut fiber optik adapter hibrid atau Special Adapter.




Jenis - Jenis Fiber Optik Adapter
  • FC Fiber optik Adapter

Jenis adapter fiber optik yang satu ini tersedia dalam jenis single mode dan multimode, Ada tiga jenis bentuk/type fiber optik FC adapter, tipe persegi, tunggal dan ganda tipe D, semua fiber optik FC adapter dengan rumah (housing)logam dan Lengan (Sleeves) dari keramik.






  • SC Adapter Fiber Optik
Jenis adaptor fiber optik ini tersedia dalam jenis single mode dan multimode, serta Simplex dan duplex. SC adapter fiber optik dengan perumahan (housing) plastik, mempunyai beberapa varian warna, seperti : 
1. biru untuk PC single mode
2. hijau untuk APC single mode dan multimode beige untuk PC.

Semua Fiber Optik SC adapter mempunyai jenis flange, sementara itu untuk single mode adapter adalah dengan lengan zirkonia dan untuk serat multimode adaptor dengan lengan perunggu.


  • LC Fiber Optik Adapter
Adapter fiber optik LC semua rumah (housing) plastik; ada simpleks LC adapter dan adapter LC duplex, fiber optik adapter LC warna sama dengan fiber optik SC adapter: biru untuk PC single mode, warna beige untuk PC modus multi dan hijau untuk APC single mode. fiber optik adapter LC dengan lengan perunggu untuk multimode dan lengan zirkonia untuk single mode.



  • ST Fiber Optik Adapter
Fiber Optik  ST adapter semua jenis ulir, dengan perumahan (housing) logam, yang single mode dengan lengan zirkonia dan yang multimode adalah dengan lengan perunggu.










11. Splitter Optic
Splitter merupakan komponen yang bersifat pasif dan dapat memisahkan daya optik dari satu input serat ke dua atau beberapa output serat. Splitter pada PON dikatakan pasif sebab optimasi tidak dilakukan terhadap daya yang digunakan terhadap pelanggan yang jaraknya berbeda dari node splitter, sehingga sifatnya idle dan cara kerjanya membagi daya optic sama rata




12. Fiber Node
Fiber node merupakan suatu titik terminasi antara jaringan optik dengan jaringan koaksial. Fiber nod eberupa perangkat opto elektronik yang berfungsi untuk mengubah sinyal optik yang berasal dari distribution hub menjadi sinyal elektrik untuk diteruskan ke rumah rumah pelanggan melalui kabel koaksial dan sebaliknya. 

Fiber node sendiri adalah salah satu device yang berhubungan dengan teknologi HFC (Hibrid Fiber Coaxial) dan banyak diaplikasikan untuk sistem jaringan TV Kabel.



13. Pigtail Fiber Optic
Pigtail fiber optic merupakan sepotong kabel yang hanya memiliki satu buah konektor diujungnya, pigtail akan disambungkan dengan kabel fiber yang belum memiliki konektor.  Biasanya kabel pigtail di install di OTB (Optical Distribution Box) dan disambung / splicing dengan tarikan kabel Optic yang glondongan (Loose tube cable / Tight buffered cable).






14. Optical Termination Box (OTB)

Optical Termination Box, berfungsi sebagai pendistribusian fiber seperti FDF yang menampung maksimum 72 core. Optical Terminal Box juga digunakan untuk menghubungkan kabel serat optik indoor maupun outdoor dan patchcord. OTB dapat dipasang di dinding maupun tiang.


15. Joint Closure Optic
Joint Closure merupakan sebuah box atau tempat untuk menaruh hasil sambungan dari fiber optic. Sebagai contoh : Jika ada kebel fiber optic putus karena terpotong atau terbakar maka kabel tersebut di sambung/splicing dan hasil splicingan di taruh di Closure. 

Untuk Kapasitas Closure ber variasi mulai dari closure 6 core, Closure 12core, closure 24core,Closure 48core hingga closure 256core

Senin, 25 September 2023

Rangkuman BAB 2



Permasalahan Jaringan Nirkabel dan Identifikasi Jaringan Fiber Optik 


      Memecahkan permasalahan (troubleshooting) adalah kalian yang didapatkan melalui pengalaman dengan cara trial and error. Satu metode untuk memecahkan masalah yaitu dengan mengembangkan suatu proses pemeriksaan terhadap gejala-gejala yang muncul mengidentifikasi masalah,menemukan Akar masalah,mencoba memperbaiki dan memeriksa hasil perbaikan tersebut. satu hal pokok dan mendasar adalah mencatat apa saja yang telah lakukan selama menjalankan metode troubleshooting tersebut. 

A. Permasalahan Jaringan Nirkabel 

  Teknologi jaringan di masa sekarang telah mengalami perkembangan yang sangat pesat dengan munculnya berbagai teknologi untuk membantu manusia dalam berkomunikasi. Jika pada era tahun 80-an teknologi jaringan komputer masih mengandalkan pada jaringan kabel di masa sekarang sudah berbasis jaringan nirkabel dan basis kabur sudah ditinggalkan karena keterbatasan yang dimilikinya seperti besarnya biaya yang harus dikeluarkan jika menggunakan teknologi wired Network.


1. Prosedur dan Teknik Pemeriksaan Permasalahan Jaringan Nirkabel 

Permasalahan wireless LAN umumnya terletak pada beberapa lingkup permasalahan diantaranya wireless station (seperti wi-fi pada laptop), Access point, dan server/infrastruktur jaringan.

 a. Mengidentifikasi Masalah Sistem WAN 

     permasalahan yang terjadi pada sistem WAN pada dasarnya cukup banyak, tetapi hanya mencangkup permasalahan pada hardware atau software. Dalam hal ini, komputer yang terhubung jaringan luas ada kalanya mengalami gangguan maupun kerusakan baik dari sisi hardware atau software. 


-Gejala-gejala masalah sistem WAN 

a) Perangkat tidak menyala, meskipun telah dihubungkan dengan catu daya dan sakelar dalam posisi ON.

b) Muncul pesan kesalahan pada saat melakukan ping, misalnya pesan reguest timed out, destination net unreachable, atau general failure.

c) Lampu indikator pada perangkat tidak menyala atau menunjukkan gejala eror, misalnya terus menyala merah pertanda terdapat gangguan.

d) Transfer file lambat sekali atau sering terputus (gagal). Muncul pesan kesalahan "There is an IP address confilict with another system on the network", artinya terdapat kesalahan atau konflik pada IP address yang terhubung dengan jaringan. Dampaknya adalah koneksi kembali. yang ada akan menjadi terputus dan tidak dapat digunakan

-Gangguan masalah sistem WAN 

a) Gangguan Alam

b) Ganguan pada sumber listrik 

c) Ganguan pada Hardware

d) Ganguan pada software

e) Ganguan pada Protokol

f) Ganguan Virus

-Jenis masalah sistem WAN 

a) jaringan wireless terdeteksi

b) interferensi sinyal

c) site survei 

d) status Station

2. Cara Perbaikan Kerusakan atau Permasalahan Pada Jaringan Nirkabel 


 Salah satu cara paling mudah mengatasi kerusakan atau permasalahan pada jaringan nirkabel adalah dengan melakukan konfigurasi protokol TCP/IP. langkah-langkahnya adalah sebagai berikut : 


  Mengaktifkan halaman konfigurasi jaringan komputer. jika menggunakan Windows 7, maka cara masukkan konfigurasi jaringannya dengan mengklik icon jaringan seperti gambar berikut.

Klik Kanan properties pada "Wireless network connection" kemudian pastikan internet Protocol version 4 (TCP/ipv4) ter- ceklis kemudian pilih properties untuk memberikan IP address. 

Perlu diingat Apakah station ini terkoneksi dengan Access Point yang menyediakan layanan DHCP atau nonDHCP. jika access point menyediakan layanan DHCP, maka konfigurasi TCP/IP di station cukup dengan masuk ke properties lalu pilih obtain and IP address automatically. dengan konfigurasi seperti ini, maka station menerima IP add secara otomatis dari radio AP.

Sehingga muncul menu di atasnya kemudian Klik di open network connection dan mencari change adapter setting. jika sudah ketemu klik sehingga muncul window yang menampilkan semua jenis interface jaringan, Misalnya menggunakan LAN ataupun menggunakan wireless LAN. 

3. Prosedur Pengecekan Hasil Perbaikan

    Setelah melakukan perbaikan Setting ulang koneksi pada koneksi jaringan, langkah yang dilakukan selanjutnya adalah melakukan pemeriksaan hasil perbaikan koneksi jaringan. langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

Melakukan pemeriksaan ulang konfigurasi jaringan

Melakukan pencarian komputer yang ada dalam jaringan terkoneksi dengan baik

Memeriksa konfigurasi IP komputer

Memeriksa koneksi jaringan.

B. Jaringan Fiber Optik 

       Jaringan komputer nirkabel menyediakan semua fungsi yang dimiliki oleh jaringan komputer berkabel, tanpa perlu terhubung secara fisik.Umumnya kabel jaringan fiber optik lebih banyak ditemukan pada instalasi jaringan tingkat menengah ke atas soperti perusahaan-perusahaan besar atau instansi terkait yang menuntut adanya struktur jaringan dengan kemampuan yang benar-benar cepat Konfigurasi jaringan komputer nirkabel mulai dari topologi yang sederhana peer-to-peer sampai dengan jaringan yang kompleks menawarkan konektivitas distribusi data dan roaming. Selain menawarkan mobilitas untuk user dalam lingkungan yang dicakup oleh Jaringan juga keberadaan jaringan portable untuk berpindah dengan pengetahuan penggunanya.


1. Fiber Optik 

     Kabel fiber optik identik menjadi salah satu jenis kabel yang dibuat dengan teknologi canggih dengan sebagian besar bahan dasamya terbuat dari serat kaca Kabel jaringan fiber optik adalah suatu jenis kabel yang diperuntukkan sebagai media transmisi terarah (guieded/wireline) guna kepentingan perpindahan arus data dalam dunia jaringan komputer Secara umum, karakteristik kabel jaringan fiber optik yaitu bagian dalamnya terdiri dari inti yang terbuat dari serta kaca dengan beberapa lapisan yang memiliki fungsinya sendiri-sendiri Tidak berbeda jauh dengan kabel jaringan lain seperti kabel UTP atau kabel STP pada kabel jaringan fiber optik juga terdapat insulator (disebut coating) yang dirancang dengan beraneka ragam warna. Bagian-bagian dari serat optik antara lain: 

-Inti (core)

-Jaket (cladding)

-Mantel (coating)

-Strengh member dan outer jacket.

2. Prinsip Kerja Fiber Optik 

          Kabel jaringan fiber optik termasuk salah satu pilihan jika jaringan yang ingin dibangun menuntut instalasi yang harus bisa meneladani kebutuhan sebuah gedung dengan beberapa lantai atau bahkan kebutuhan jaringan antar gedung sekalipun. Bahkan kabel fiber optik telah banyak digunakan pada berbagai sistem komunikasi yang dibangun di dalam laut guna menghubungkan berbagai kota di berbagai negara. Dalam penggunaan kabel jaringan fiber optik sebelum digunakan ada cara pembuatan kabel jaringan fiber optik. 

  a. cara pembuatan kabel jaringan fiber optik 

 b. cara kabel fiber optik mentransmisikan data 


3. Teknologi Point To Point Fiber Optik (Metro-E)

          Teknologi Metro ethernet bisa diterjemahkan sebagai salah satu perkembangan dari teknologi ethernet yang dapat menempuh jarak yang luas berskala perkotaan dengan dilengkapi berbagai fitur yang seperti terdapat pada jaringan ethernet lainnya. Metro ethernet merupakan salah satu solusi teknologi untuk High and market (HEM)

Dalam memberikan solusi terintegrasi untuk layanan voice, data, dan video. Metro ethernet Network memiliki karakteristik antara lain sebagai berikut: 

 Dapat mengakomodasi layanan berupa voice, data, high speed internet access dan video.

 Teknologi IP optik berbasis Synchronous Digital Hierarchy atau Ethernet.

 Kecepatan tinggi hingga Gigabit Ethernet/1000Mbps. 

4. Teknologi Point To Multipoint (FTTx)

      Perkembangan zaman menuntut keterbukaan informasi dan tentunya komunikasi menjadi salah satu aspek penting yang menandal majunya suntu peradaban. Dewasa ini masyarakat dimudahkan untuk berkomunikasi bahkan dengan orang di belahan bumi yang lain. Sejak ditemukan telegram, radio, dan Jaringan seluler komunikasi semakin mudah dan cepat Salah satu teknologi yang sedang dikembangkan sebagai media komunikasi adalah teknologi fiber optik Teknologi FTTx identik dengan suatu format penghantaran isyarat optik dari pusat penyedia (provider) ke kawasan user menggunakan serat optik sebagai medium penghantar Kemunculan teknologi ini sebagai akibat dari dorongan keinginan masyarakat (pelanggan) untuk mendapatkan layanan yang dikenal dengan istilah Triple Play Service sebagai layanan terhadap akses internet yang cepat, suara (jaringan telepon PSTN) dan video (TV Kabel) dalam suatu infrastruktur pada unit pelanggan. Beberapa istilah lain dari teknologi FTTx yang sering dimplementasikan

di antaranya: 

Fiber To The Home (FTHH) 

Fiber To The Office (FTTO)

Fiber To The Building (FTTB)

Fiber To The Node (FTTN) 

Perbedaan penyebutan dalam FTTx didasarkan pada penempatan titik konversi


optik (Optikal Network Unit/ONU) pada masing-masing teknologi. Misalnya FTTH dan FTTO menempatkan dan mensetting ONU di dalam rumah atau kantor atau di suatu lokasi yang dekat dengan terminal pelanggan Hal ini berbeda dengan FTTH /FTTO. FTTB menempatkan ONU pada koridor sebuah gedung Sementara itu. pada FTTC ONU ditempatkan di curb dan letaknya jauh dari pelanggan Secara


mendasar FTTx terdiri atas sebagai berikut.


a. FTTP (fiber-to-the-premises)


FTTP adalah koneksi data berbasis kabel serat optik ke tempat pelanggan Istilah ini digunakan untuk menggambarkan koneksi serat optik untuk FTTH dan FTTB


b. FTTH (fiber-to-the-home)


Koneksi data berbasis serat optik yang mencapai rumah pelanggan umumnya dalam bentuk kotak yang dipasang di dinding luar rumah Atau bisa juga masuk ke rumah tempat ONU (unit jaringan optik)/ ONT (terminal jaringan optik) berada Dan Ethernet jaringan serat optik dan point-to-point pasif menggunakan arsitektur FTTH untuk menyediakan tiga layanan sekaligus (telepon akses internet, dan TV berbasis IP) dalam serat optik tunggal


c. FTTB (fiber-to-the-building-business, or -basement)


Optik berbasis serat koneksi data untuk mencapai gedung Dari sana akses ke pelanggan di sebuah ruangan di dalam gedung dilakukan dengan menggunakan media lain berupa ethernet kabel TV kabel atau saluran telepon. 


d. FTTdp (fibre to the distribution point)


Koneksi data berbasis serat optik yang hanya mencapai kotak distrib yang terletak beberapa meter dari rumah pelanggan atau bangunan


e. FTTN/FTTLA (fiber-to-the-node, -neighborhood, or -last-amplifier)


FTTN sering digunakan sebagai langkah pertama dalam pelaksan FTTH (fiber-to-the-home). Koneksi data berbasis serat optik hanya ke distribusi yang umumnya terletak di sisi jalan. Kotak distribusi terletak bebera meter untuk beberapa kilometer dari lokasi pelanggan. Dari sini, data a diteruskan kepada pelanggan yang menggunakan kabel tembaga 


F. FTTC/FTTK (fiber-to-the-curb/kerb, -closet, or -cabinet)


Metode ini mirip dengan FTTN tapi FTTC/FTTK umumnya lebih dekat lokasi pelanggan (umumnya kurang dari tiga ratus meter). Dari sini, data aka didistribusikan ke pelanggan menggunakan kabel Ethernet, kabel listrik, a Wi-Fi Koneksi data berbasis serat optik untuk panel distribusi dalam bent lemari kecil di pinggir jalan. FTTC kadang-kadang juga disebut FTTP (fibe to-the-pole) sehingga sering tumpang tindih dengan fiber-to-the-premises

BAB 6 - Konfigurasi dan Perbaikan Konfigurasi Proxy Server

 Konfigurasi dan Perbaikan Konfigurasi Proxy Server Prinsip dan cara kerja proxy server pada dasarnya sangatlah sederhana. User menggunakan ...

tes

Edit Setiawan Official 20220616-103047

EDI SETIAWAN Web Design

About Me

My Name Is Edi Setiawan Im a student Im 16 years old and still in school at the White Lotus Vocational School, Jakarta

EdiSetiawan

images-3

HTML5 Markup

HTML (HyperText Markup Language) adalah blok bangunan paling dasar dari Web. Ini mendefinisikan arti dan struktur konten web. Teknologi lain selain HTML umumnya digunakan untuk menggambarkan tampilan/presentasi halaman web (CSS) atau fungsionalitas/perilaku (JavaScript).

Css-Style

CSS3 Styling

CSS (Cascading Style Sheets) digunakan untuk menata dan menata halaman web — misalnya, untuk mengubah font, warna, ukuran, dan spasi konten Anda, membaginya menjadi beberapa kolom, atau menambahkan animasi dan fitur dekoratif lainnya.

Graphic-Design

Graphic Design

Desain grafis adalah salah satu bentuk seni lukis untuk menciptakan atau mengatur elemen rupa seperti ilustrasi, foto, tulisan, dan garis di atas suatu media.

ⓒ Copyright By Edi

contoh tulisan

contoh tulisan

tulis tebal